Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak melalui Project-Based Learning, Metode Demonstrasi, dan Media Bahan Alam

Authors

  • Rabi’ah Rabi’ah Universitas Lambung Mangkurat
  • Ratna Purwanti Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.59329/gawi.v5i2.192

Keywords:

Metode Demonstrasi, Pendidikan Anak Usia Dini, Motorik Halus, Bahan Alam, Project-Based Learning

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan komponen penting kesiapan sekolah karena mendukung koordinasi visual-motorik, kesiapan pra-menulis, pengendalian perhatian, serta kemandirian anak dalam aktivitas kelas. Hasil observasi awal pada anak kelompok B TK Harapan Bunda menunjukkan bahwa sebagian anak masih mengalami kesulitan menggunting sesuai pola dan mengoordinasikan gerakan mata-tangan selama kegiatan pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, dan capaian perkembangan motorik halus anak melalui rancangan pembelajaran terpadu yang mengombinasikan model project-based learning (PjBL), metode demonstrasi, dan media bahan alam. Subjek penelitian adalah 16 anak usia 5-6 tahun. Tindakan dilaksanakan dalam empat pertemuan melalui siklus perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, dokumentasi, wawancara, dan penilaian unjuk kerja indikator motorik halus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bertahap pada seluruh aspek. Aktivitas guru meningkat dari skor 19 (59%; cukup aktif) pada pertemuan pertama menjadi skor 32 (100%; sangat aktif) pada pertemuan keempat. Aktivitas anak meningkat dari 6% (kurang aktif) menjadi 100% (sangat aktif). Capaian perkembangan motorik halus anak meningkat dari 31% pada kategori berkembang sesuai harapan/berkembang sangat baik pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan keempat. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PjBL, demonstrasi langsung, dan kegiatan kolase berbahan alam menyediakan stimulasi yang bermakna, multisensori, dan sesuai perkembangan untuk meningkatkan ketepatan menggunting, kontrol jari, konsentrasi, serta koordinasi mata-tangan anak.

References

Amelia, N., & Cinantya, C. (2024). Developing activity, independence and fine motor aspect using the DONAT model of group B children. E-Chief Journal (Early Childhood and Family Parenting Journal), 4(2), 7823-7830.

Ariana, L., & Novitawati. (2023). Mengembangkan kemampuan anak dalam mengontrol gerakan tangan menggunakan otot halus melalui kombinasi model project based learning dan model direct instruction pada kegiatan mozaik. Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD), 9(3), 356-363.

Arnafama, P. M. H., & Sari, D. D. (2023). Mengembangkan aspek motorik halus menggunakan model problem based learning dan model examples non examples kelompok B. Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD), 9(3), 356-363.

Asmara, B. (2020). Meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan menggunting di kelompok A TK Khadijah Surabaya. Pedagogi: Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 11-23.

Asyari, M. G., & Arisanty, D. (2022). Implementation of the combination of explicit instruction model, drill method and bowling media in developing gross motor skills at group A kindergarten. E-Chief Journal (Early Childhood and Family Parenting Journal), 7(1), 1-8.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024). Keputusan Kepala BSKAP Nomor 032/H/KR/2024 tentang capaian pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah pada Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Bell, S. (2010). Project-based learning for the 21st century: Skills for the future. The Clearing House, 83(2), 39-43. https://doi.org/10.1080/00098650903505415

Cameron, C. E., Brock, L. L., Murrah, W. M., Bell, L. H., Worzalla, S. L., Grissmer, D., & Morrison, F. J. (2012). Fine motor skills and executive function both contribute to kindergarten achievement. Child Development, 83(4), 1229-1244. https://doi.org/10.1111/j.1467-8624.2012.01768.x

Darmiyati, & Adriyani. (2024). Developing children’s literacy using the project based learning model, mastery learning model, number head together model and sand media in group A. E-Chief Journal (Early Childhood and Family Parenting Journal), 4(2), 7823-7830.

Dinehart, L. H. (2015). Handwriting in early childhood education: Current research and future implications. Journal of Early Childhood Literacy, 15(1), 97-118. https://doi.org/10.1177/1468798414522825

Evivani, M., & Oktaria, R. (2020). Permainan finger painting untuk pengembangan kemampuan motorik halus anak usia dini. Jurnal Warna: Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 5(1), 23-31. https://doi.org/10.24903/jw.v5i1.427

Faizah, G., & Wahyudi, M. D. (2021). Mengembangkan kemampuan aspek motorik halus menggunakan model explicit instruction dikombinasikan dengan model talking stick dan media kertas pada anak kelompok A. Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD), 1(1), 8-17. https://doi.org/10.20527/jikad.v1i1.3326

Fatimah, M., Aslamiah, A., & Purwanti, R. (2021). Mengembangkan aktivitas belajar, kreativitas dan aspek motorik halus anak menggunakan model explicit instruction, permainan puzzle dan kegiatan melipat pada kelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal 43 Banjarmasin. Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD), 1(2), 34-41.

Feder, K. P., & Majnemer, A. (2007). Handwriting development, competency, and intervention. Developmental Medicine & Child Neurology, 49(4), 312-317. https://doi.org/10.1111/j.1469-8749.2007.00312.x

Grissmer, D., Grimm, K. J., Aiyer, S. M., Murrah, W. M., & Steele, J. S. (2010). Fine motor skills and early comprehension of the world: Two new school readiness indicators. Developmental Psychology, 46(5), 1008-1017. https://doi.org/10.1037/a0020104

Hayati, T., & Tawati, A. (2021). Upaya meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini melalui metode demonstrasi menggunakan kertas kokoru. JAPRA: Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal, 4(2), 30-42. https://doi.org/10.15575/japra.v4i2.12714

Helm, J. H., & Katz, L. G. (2011). Young investigators: The project approach in the early years (2nd ed.). Teachers College Press.

Istiqamah, M., Asniwati, & Putri, H. (2022). Developing fine motor capabilities in creating geometry. E-Chief Journal (Early Childhood and Family Parenting Journal), 2(1), 44-52.

Karmila, W. (2022). Meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menggunting polaris di kelompok A TK Muslimat NU Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. AUDIENSI: Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak, 1(1), 36-49. https://doi.org/10.24246/audiensi.vol1.no12022pp36-49

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-4560-67-2

Kokotsaki, D., Menzies, V., & Wiggins, A. (2016). Project-based learning: A review of the literature. Improving Schools, 19(3), 267-277. https://doi.org/10.1177/1365480216659733

Larmer, J., Mergendoller, J. R., & Boss, S. (2015). Setting the standard for project based learning: A proven approach to rigorous classroom instruction. ASCD.

Marr, D., Cermak, S., Cohn, E. S., & Henderson, A. (2003). Fine motor activities in Head Start and kindergarten classrooms. American Journal of Occupational Therapy, 57(5), 550-557. https://doi.org/10.5014/ajot.57.5.550

Miller, E., & Almon, J. (2009). Crisis in the kindergarten: Why children need to play in school. Alliance for Childhood.

Mills, G. E. (2018). Action research: A guide for the teacher researcher (6th ed.). Pearson.

National Association for the Education of Young Children. (2020). Developmentally appropriate practice: A position statement of the National Association for the Education of Young Children. NAEYC.

National Association for the Education of Young Children. (2021). Developmentally appropriate practice in early childhood programs serving children from birth through age 8 (4th ed.). NAEYC.

Ningrum, N. P. W., Pane, F. M. J., Yani, S. I., & Khadijah. (2021). Pendidikan anak usia dini: Perannya dalam membangun karakter dan tumbuh kembang anak usia dini. Tematik, 1(1), 98-102.

Ningsih, A. S., & Simatupang, D. (2021). Pengaruh penerapan metode demonstrasi terhadap kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun di PAUD Harapan Kita. Jurnal Bunga Rampai Usia Emas, 6(1), 26-32. https://doi.org/10.24114/jbrue.v6i1.23211

OECD. (2017). Starting strong V: Transitions from early childhood education and care to primary education. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264276253-en

Purwanti, R., & Indah. (2022). Meningkatkan kreativitas anak menggunakan model explicit instruction, metode pemberian tugas dan media bahan alam. Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD), 2(3), 21-41.

Rahim, N. A., Musi, M. A., & Rusmayadi, R. (2020). Pengaruh kegiatan mozaik terhadap kemampuan motorik halus anak pada kelompok B Taman Kanak-Kanak Nusa Makassar. TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 15-20. https://doi.org/10.26858/tematik.v6i1.14434

Sari, A. Y. (2018). Implementasi pembelajaran project based learning untuk anak usia dini. Motoric, 1(1), 10-18. https://doi.org/10.31090/paudmotoric.v1i1.547

Shofia, M., & Dadan, S. (2021). Pembelajaran di pendidikan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 1561-1567.

Siraj-Blatchford, I., Sylva, K., Muttock, S., Gilden, R., & Bell, D. (2002). Researching effective pedagogy in the early years. Department for Education and Skills/Institute of Education, University of London.

Tarigan, M., Alvindi, A., Wiranda, A., Hamdany, S., & Pardamean, P. (2022). Filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara dan perkembangan pendidikan di Indonesia. Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(1), 149-159. https://doi.org/10.33487/mgr.v3i1.3922

Yanuarti, E. (2017). Pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara dan relevansinya dengan Kurikulum 2013. Jurnal Penelitian, 11(2), 237-266.

Downloads

Published

31-12-2025

How to Cite

Rabi’ah, R., & Purwanti, R. . (2025). Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak melalui Project-Based Learning, Metode Demonstrasi, dan Media Bahan Alam. Gawi: Journal of Action Research, 5(2), 82–92. https://doi.org/10.59329/gawi.v5i2.192

Issue

Section

Articles