Banua Journal of Civic Education http://pub.borneorec.com/index.php/bjce <p><strong>Banua Journal of Civic Education (BJCE)</strong> focuses on publishing research findings and scholarly studies in the fields of civic education, education, social affairs, law, politics, and gender. It emphasizes the strengthening of democratic values, Pancasila, social justice, equality, and local wisdom within the context of community, national, and state life.</p> en-US Banua Journal of Civic Education Tinjauan Yuridis dan Ekologis: Analisis Kesadaran Hukum Masyarakat dalam Pelestarian Ekosistem Mangrove di Kalimantan Selatan http://pub.borneorec.com/index.php/bjce/article/view/285 <p>Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam melindungi wilayah pesisir, menjaga keanekaragaman hayati, dan menopang kehidupan masyarakat pesisir. Namun, kawasan mangrove di Kalimantan Selatan masih menghadapi tekanan ekologis akibat alih fungsi lahan, pembangunan kawasan pesisir, serta berbagai aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesadaran hukum masyarakat dalam pelestarian mangrove di Kalimantan Selatan dengan mengintegrasikan perspektif ekologis, yuridis, dan sosial. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku, dokumen akademik, repositori institusi, serta sumber kebijakan yang relevan dan terutama diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Data dianalisis melalui analisis isi dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, membandingkan, dan menginterpretasikan tema-tema yang berkaitan dengan kondisi ekologis, kerangka hukum, dan partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan mangrove di Kalimantan Selatan dibentuk oleh interaksi ketiga dimensi tersebut. Secara ekologis, ekosistem mangrove masih rentan terhadap degradasi, abrasi, dan berkurangnya vegetasi pelindung. Secara yuridis, kerangka regulasi telah tersedia, tetapi implementasinya masih menghadapi kendala berupa penegakan hukum yang belum konsisten, koordinasi antarpemangku kepentingan yang terbatas, serta edukasi hukum yang belum memadai. Secara sosial, masyarakat pesisir menunjukkan pemahaman ekologis yang relatif baik dan mulai terlibat dalam rehabilitasi, konservasi berbasis komunitas, serta kegiatan ekonomi yang berorientasi lingkungan. Temuan utama menegaskan bahwa persoalan bukan semata-mata rendahnya kesadaran masyarakat, melainkan adanya kesenjangan antara berkembangnya kesadaran ekologis dan efektivitas implementasi hukum. Karena itu, pengelolaan mangrove berkelanjutan memerlukan integrasi regulasi, penegakan hukum, edukasi hukum, dan pemberdayaan masyarakat melalui strategi konservasi yang kolaboratif dan kontekstual.</p> Dyna Nur Fakhrina Alifia Nur Azkia Nada Az-Zahra Copyright (c) 2026 Banua Journal of Civic Education 2026-06-30 2026-06-30 1 1 1 7 Tingkat Kepuasan Mahasiswa Universitas Stella Maris Sumba terhadap Penggunaan Wordwall sebagai Media Pembelajaran http://pub.borneorec.com/index.php/bjce/article/view/321 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa Universitas Stella Maris Sumba terhadap penggunaan <em>Wordwall</em> sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket/kuesioner kepada 21 responden mahasiswa. Instrumen penelitian terdiri atas 10 pernyataan dengan menggunakan skala Likert 1–5. Data dianalisis menggunakan teknik persentase untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap penggunaan <em>Wordwall</em> dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total skor yang diperoleh sebesar 804 dari skor maksimal 1.050. Berdasarkan hasil analisis, tingkat kepuasan mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 76,57%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan <em>Wordwall</em> sebagai media pembelajaran mampu meningkatkan minat, motivasi, interaksi, serta pemahaman mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, <em>Wordwall</em> dinilai menarik, mudah digunakan, dan membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif. Dengan demikian, penggunaan <em>Wordwall</em> sebagai media pembelajaran memberikan dampak positif terhadap kepuasan mahasiswa UNMARIS dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran berbasis teknologi dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan inovatif.</p> Marlince Rara Holi Natalia Lango Laja Yakub Bobu Mandakarara Mitra Permata Ayu Copyright (c) 2026 Banua Journal of Civic Education 2026-06-30 2026-06-30 1 1 8 14 Perang sebagai Pemicu Perubahan Sosial: Analisis Fenomenologis terhadap Dampak pada Hasil Pertanian dan Petani http://pub.borneorec.com/index.php/bjce/article/view/307 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perang sebagai faktor perubahan sosial serta dampaknya terhadap hasil pertanian dan petani dalam perspektif sosiologi dengan pendekatan fenomenologi. Perang memberikan dampak signifikan terhadap sistem pertanian, terutama melalui gangguan pada proses produksi, keterbatasan akses terhadap input, serta melemahnya mata pencaharian masyarakat pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi berbasis studi literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perang menyebabkan penurunan produktivitas pertanian akibat kekurangan tenaga kerja, kerusakan lahan, meningkatnya biaya produksi, serta terganggunya rantai pasok pangan. Selain itu, perang juga memengaruhi struktur sosial di pedesaan, seperti perubahan pola kerja, ketidakstabilan ekonomi, serta meningkatnya kerentanan sosial pada komunitas petani. Petani tidak hanya mengalami kerugian ekonomi, tetapi juga tekanan sosiologis berupa ketidakamanan sosial dan perubahan peran dalam masyarakat. Temuan ini diperkuat oleh laporan FAO yang menunjukkan bahwa perang melemahkan produktivitas pertanian dan mengancam keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pedesaan . Penelitian ini menyimpulkan bahwa perang merupakan faktor utama dalam mendorong transformasi sosial pada masyarakat agraris, baik dari aspek ekonomi maupun sosial.</p> Mecca Girl Parizza Yesha Dea Sakura Sairi M. Taufik Mansur Copyright (c) 2026 Banua Journal of Civic Education 2026-06-30 2026-06-30 1 1 15 20 Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membentuk Partisipasi Publik pada Tingkat Pasif, Aktif, dan Kritis di Kalangan Mahasiswa http://pub.borneorec.com/index.php/bjce/article/view/308 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk partisipasi publik mahasiswa pada tiga tingkat, yaitu partisipasi pasif, aktif, dan kritis. Dalam sistem demokrasi, partisipasi publik diperlukan untuk menopang pemerintahan yang akuntabel dan responsif, sedangkan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai warga negara terdidik sekaligus agen perubahan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur terhadap artikel ilmiah, laporan, dan sumber tertulis lain yang relevan dengan Pendidikan Kewarganegaraan dan partisipasi mahasiswa. Literatur dianalisis melalui proses identifikasi, reduksi, pengelompokan, dan interpretasi temuan berdasarkan tiga tingkat partisipasi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan menyediakan landasan penting bagi pengetahuan, keterampilan, dan disposisi kewarganegaraan mahasiswa. Partisipasi pasif tercermin pada kesadaran terhadap hak, kewajiban, aturan, dan nilai demokrasi; partisipasi aktif berkembang melalui diskusi, organisasi kemahasiswaan, kegiatan sosial, serta praktik demokrasi kampus; sedangkan partisipasi kritis tampak pada kemampuan menilai isu publik, menyampaikan argumen, serta memanfaatkan ruang digital secara bertanggung jawab. Ketiga tingkat tersebut lebih tepat dipahami sebagai suatu kontinum, bukan kategori yang sepenuhnya terpisah. Karena itu, pembelajaran PKn yang kontekstual, interaktif, dan reflektif penting untuk mendorong partisipasi mahasiswa yang lebih bermakna dalam kehidupan demokrasi.</p> anisha Shahara Desi Maya Ramadhani Merry Andini Mohammad Ridwan Copyright (c) 2026 Banua Journal of Civic Education 2026-06-30 2026-06-30 1 1 21 26 Citizenship Education in A Global Era: Integrating Global and Pancasila-Based Perspectives for Civic Learning http://pub.borneorec.com/index.php/bjce/article/view/332 <p>Citizenship plays an important role in shaping the direction and purpose of education. This paper explores how different conceptions of citizenship influence educational aims, curriculum orientation, and teaching practices. Using a narrative literature review approach, the discussion draws on studies published between 2017 and 2024 to analyze five dominant perspectives: liberal, republican, deliberative, global, and cultural–national or Pancasila-based citizenship. Each model represents a specific educational orientation that reflects civic knowledge, participation, global responsibility, and national character formation. The review finds that education functions not only as a process of knowledge transfer but also as a means of shaping civic identity and social responsibility. In the Indonesian context, Pancasila provides a philosophical foundation that integrates moral values, national identity, and democratic participation. The paper concludes by proposing an integrative model of citizenship education that connects global civic awareness with local cultural and moral values based on Pancasila.</p> Prince Clinton Immanuel Christian Damanik Copyright (c) 2026 Banua Journal of Civic Education 2026-06-30 2026-06-30 1 1 27 33